Persaudaraan Dalam Kebhinnekaan

THEME SONG TEMU UNIO FRATER PROJO (UFO) 2018

Reff:

* Kita Bhinneka Kita Indonesia

Bersatu Membangun Bersama

Di dalam Perbedaan Menjalin Persatuan

Menuju Nusantara Jaya

* Kita Bhinneka Kita Indonesia

Bersatu Membangun Bersama

Di dalam Perbedaan Menjalin Persatuan

Menuju Nusantara Jaya

 

1 Hey Kawan Mari Semua

Bersama Membangun Indonesia

Tunjukkanlah Pada Dunia

Kita Manusia Pancasila

*Reff

2 Hey Kawan Satukan Hati

Berjuang Demi Ibu Pertiwi

Tunjukkanlah Pada Dunia

Kita Manusia Pancasila

*Reff

Interlude

Kita Bhinneka Kita Indonesia

Bersatu Membangun Bersama

Di dalam Perbedaan Menjalin Persatuan

Menuju Nusantara Jaya…

Menuju Nusantara Jaya..

Menuju Nusantara Jaya…

 

 

Advertisements

CINTA itu Melampaui Perbedaan dan Batas-batas Agama…

Pada kesempatan berbahagia ini, di bulan yang suci ini, kami komunitas Seminari Tinggi St. Yohanes Paulus II, Keuskupan Agung Jakarta,mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bagi para Saudara-saudari kita yang merayakannya. Semoga Berkah Tuhan selalu melingkupi kita semua dan Persatuan Bangsa kita Indonesia Tercinta.

#AmalkanPancasila #KitaBhinnekaKitaTunggalIka #BersatuMembangunBangsaBersama

Tuhan memberkati.

 

Jadi Imam Projo Jakarta? Siapa Takut!

Hey  Kawan..

Lihat kami disini bergaya penuh percaya diri.

Kami adalah calon imam Diosesan Jakarta,

mengajak teman-teman semua bekerja di ladang-Nya

Reff:

Dalam nama Yesus Tuhan berkarya tuk wartakan iman

mengemban tugas gereja ditengah kota Jakarta.

Siap menjadi pelayan

Taat, setia, dan gembira

di tengah Metropolitan.

Siapa Berani Jadi Imam Projo Jakarta?

 

Wow Gembala Kita Tambah lagi nih.. #yeeyyy

Hai teman-teman semua..

Salam PANGGILAN ITU MENGGEMBIRAKAN !!!

Tau gak sih tanggal 8 Desember 2017 yang lalu gembala kita bertambah?!  Pada tanggal itu kita merayakan tahbisan 2 Romo dan 4 Diakon Diosesan dari Keuskupan Agung Jakarta.

Romo-romo ini bernama Rm. Wahyu Kristian Wijaya, Pr dan Rm. Bernardus Indragraha, Pr. Diakonnya bernama Dkn. Ambrosius Lolong, Dkn. Nemesius Pradipta, Dkn. Yohanes Purboyo Diaz, dan Dkn. Bonifasisu Lumintang.

Mari kita dukung 2 romo dan 4 diakon kita ini yang akan menjalani formasi panggilan dan perutusan selanjutnya. Perutusan Rm. Wahyu, Pr adalah ke Paroki Maria Menerima Kabar Gembira, Bomomani, Papua, dan Rm. Graha, Pr adalah ke Paroki Nikodemus, Ciputat. Keempat Diakon kita melanjutkan menyelesaikan Tesisnya..

Berikut video cuplikannya dan diiringi lagu “Seminari Tinggi Yohanes Paulus II – Selibat untuk-Mu ”

Semangat  Kawan!!

“Don’t be Afraid” – St. John Paul II-

 

Martabak Spesial 8 Rasa

Beberapa waktu terakhir ini bangsa kita lagi berhadapan dengan masalah kebangsaan yang serius yaitu masalah pluralisme. Pluralisme bisa kita sebut sebagai keberagaman, kebhinekaan, kemajemukan, intinya sih banyak perbedaan. Padahal perbedaan itu bukanlah hal yang harus dimusnahkan. Analoginya kurang lebih begini,

Pada suatu hari saya memberi martabak yang berbentuk pizza. Martabak ini spesial dengan delapan rasa yang berbeda dalam satu loyangnya. Rasa ovomaltine, nutela, cadbury, coklat-kacang, keju-coklat, coklat wijen, kitkat, dan keju-susu. Rasanya? wuih enak banget broo…

Saya ga kebayang seandainya bagian potongan keju-susu melakukan demonstrasi dan meminta agar ke-tujuh rasa yang lain menjadi keju-susu juga. Atau lebih parahnya memusnahkan rasa yang lain sehingga yang tersisa hanyalah rasa tepung terigunya saja. Rasanya pasti tidak sefantastis dengan delapan rasa yang utuh.

Memang, masalah bangsa ini gak sesederhana konflik potongan keju-susu dan ke-tujuh rasa martabak yang lain. Masalah bangsa ini jauh lebih pelik daripada itu. Ada unsur politik, ekonomi dan lain-lain.

Tapi supaya masalah perbedaan SARA jangan sampai diutak-atik untuk memecah kesatuan bangsa maka kita harus dapat menerima perbedaan-perbedaan seperti martabak delapan rasa yang lezat banget itu. Rasa keju-susu ga bisa bilang kalo dia lebih enak dari rasa ovomaltine, begitu juga rasa ovomaltine ga bisa bilang dia lebih baik dari cadbury. Semuanya memiliki keunikan rasa yang berbeda dan sama-sama enak.

Persatuan Indonesia justru dapat dicapai dengan mempertahankan kebhinekaan kita. Tidak akan pernah ada persatuan kalau tidak ada perbedaan. Coba dipikirkan deh, kalau sudah sama semua, ya apa yang mau dipersatukan? iya ga? Justru nilai dari persatuan adalah perbedaan-perbedaan yang unik-unik itu. Bingung? Kalau bingung ingat saja martabak delapan rasa itu. Semua rasa yang berbeda-beda menjadi satu dalam satu loyang martabak yang enak bingit.

Jadi, secara tegas, dapat dikatakan seperti ini, umat Katolik, Muslim, Hindu, Buddha, Kristen, dan semua golongan, tetaplah dengan kekhasannya masing-masing. Dengan menerima perbedaan, maka hidup ini akan menjadi lebih indah. Semoga Indonesia semakin ber-Bhineka Tunggal Ika

fr. Albertus Adiwenanto

Cinta Frater #ProjoJakarta

jez-timms-207948.jpgCinta memang berkaitan erat dengan relasi manusia.Ada banyak cara untuk mengungkapkannya. Cinta tidak semata-mata diekspresikan melalui ciuman, kata-kata indah, sentuhan maupun pelukan. Cinta juga dapat diungkapkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Cara seperti inilah yang dimaknai oleh para frater Diosesan Jakarta.

Dini hari, para frater bangun dari tidurnya dan mulai beraktivitas. Mereka rela bangun pagi-pagi dan meninggalkan peraduannya. Masing-masing frater bekerja sesuai dengan tugas perutusan yang menjadi tanggunjawabnya. Tugasnya pun beragam, ada yang bertugas membersihkan ruangan-ruangan di seminari, ada yang menyiapkan sarapan, menyiapkan peralatan misa kapel, dan masih banyak lagi. Semuanya itu mereka jalankan dalam keheningan, sambil mensyukuri kebaikan Tuhan yang mereka terima pada waktu pagi. Kegiatan ini mereka lakukan dengan tekun dan setia.

Mereka bahagia melakukannya. Para frater meyakini bahwa apa yang mereka lakukan dapat menjadi ungkapan sederhana dari cinta pada panggilan Tuhan. Semua kegiatan itu mendapat kekuatannya dari Ekaristi. Dari sanalah mengalir kebaikan pada sesama.

Apapun yang para frater kerjakan dalam hidup mereka merupakan ungkapan sederhana untuk menyatakan “Aku cinta Tuhan”. Sejak mereka membuka mata, para frater melayani sesamanya. Itulah ungkapan cinta sederhana dari para frater Diosesan Jakarta dalam kesetiaannya menekuni panggilan Tuhan.

LIBURAN! Frater Jadi Vlogger

DSC_5248
Bpk. J Heru Margianto dari Kompas.com memberikan Kursus Jurnalistik kepada para frater projo Jakarta.

Today is Holiday. Ungkapan itu mungkin sedang hangat akhir-akhir ini. Mengapa? karena banyak siswa sedang liburan sekolah, banyak pekerja sudah mulai libur lebaran, dan banyak tahanan mulai mendapat remisi. Liburan memberi warna yang khas. Entah seorang diri atau bersama keluarga, yang jelas akan ada pengalaman baru di sana.

Lalu, bagaimana sih liburannya frater-frater? Banyak hal yang bisa dilakukan selama liburan. Untuk saat ini (22/6), para frater Seminari Tinggi KAJ sedang menjalani kursus jurnalistik. Jurnalistiknya pun bukan dalam hal media cetak. Kali ini, kursus yang disajikan ialah jurnalistik ala 2017 yang menggunakan fasilitas Internet. Jenis jurnalistik yang menggunakan internet pun cukup banyak seperti Vlog, Video Grafis, dan hal lain yang tak kalah seru. Kali ini, frater-frater coba untuk membuat vlog.

Kenapa ya, kok kursus Junalistik?, Sebelum Kursus Jurnalistik dimulai, jauh-jauh hari, para frater diminta untuk mengusulkan tema untuk kursus selama liburan ini. Usulannya pun bermacam-macam, ada yang ingin tahu tentang dunia pertukangan, ada juga yang ingin menggali perkembangan teknologi, dan ada juga yang berminat terhadap dunia konseling . Pilihannya jatuh pada Kursus Jurnalistik. “Evolusi Jurnalistik dalam Dunia Multimedia” demikinlah temanya. Dari nadanya pun tema itu sangatlah aktual dan menantang.

Tantangannya adalah memperkenalkan Seminari Tinggi KAJ kepada dunia. Para frater diminta untuk mewertakan seminari tinggi bukan dari belakang mimbar, namun dari dunia maya. Banyak tema yang terlahir dari kreativitas. Ada frater yang memuat vlog kegiatan tentang rekreasi frater, ada video singkat yang menceritakan alasan mengapa frater itu digemari oleh kaum-kaum perempuan, ada juga potret yang menggambarkan tentang Cinta frater. Maka, tidak heran kalau akhir-akhir ini para banyak frater sedang berkutat di depan layar komputer.

Coba cek videonya yaaa

 

Malam Minggu??? Frater ngapel kemana yaa???

Kata orang-orang, malam minggu atau malming itu momen yang paling ditunggu-tunggu banget, apalagi sama kita-kita yang masih muda dan energik.

Saking ditunggunya, banyak banget kegiatan yang udah kita rencanain sebelum malam minggu itu tiba, mulai dari hangout bareng temen-temen, ngapelin “si doi”, kangen-kangenan bareng orang tua, hingga ‘hibernasi’ di rumah setelah bekerja atau belajar seminggu penuh.

Nah gimana ya ceritanya kalau anak muda yang disebut frater ini malam mingguan?

Kalau dipikir-pikir, frater itu kan hidupnya cuma berdoa dan bekerja, alias ora et labora banget deh. Mereka ga punya pacar yang bisa “diapelin”, ga bisa selalu ketemu sama orang tua, ga bisa hangout di luar sama temen-temen, dan juga ga mungkin banget kalo ‘hibernasi’. Hidupnya kayaknya teratur dan disiplin banget ya. Hehe

Eiits…. Jangan salah dulu. Meskipun mau jadi romo, bukan berarti kami-kami ini ga malmingan lho.

Kami ini kan juga masih remaja alias ABG, jadi… boleh lah ngerasain yang namanya malam mingguan, hihi.

Kami sebagai frater Projo Jakarta punya cara tersendiri buat menikmati malam mingguan atau yang biasa disebut dengan malmingan.

Nah, penasaran kan? Lihat aja ya video di bawah ini. Cekidot.

 

Ini videonya…

 

Tempus Liberum Ala Frater Projo Jakarta

Tempus Liberum (Templi), artinya waktu bebas, waktu kosong, di seminari… biasanya para frater dapet jatah waktu kosong pada saat hari Jumat malam atau Sabtu malam.. plusss… kalau kita lagi liburan kuliah.

Waktu bebas bisa dimanfaatin para frater untuk macem-macem.. sebisa mungkin bermanfaat, walaupun kadang-kadang kita suka melakukan hal yang ga penting juga..

Mau tau kalo frater projo Jakarta lagi templi? Ini dia liputannya…

Tempus Liberum ala Frater di Pagi Hari #FraterProjoJakarta

Tempus Liberum ala Frater di Malam Hari #FraterProjoJakarta