Cinta Frater #ProjoJakarta

jez-timms-207948.jpgCinta memang berkaitan erat dengan relasi manusia.Ada banyak cara untuk mengungkapkannya. Cinta tidak semata-mata diekspresikan melalui ciuman, kata-kata indah, sentuhan maupun pelukan. Cinta juga dapat diungkapkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Cara seperti inilah yang dimaknai oleh para frater Diosesan Jakarta.

Dini hari, para frater bangun dari tidurnya dan mulai beraktivitas. Mereka rela bangun pagi-pagi dan meninggalkan peraduannya. Masing-masing frater bekerja sesuai dengan tugas perutusan yang menjadi tanggunjawabnya. Tugasnya pun beragam, ada yang bertugas membersihkan ruangan-ruangan di seminari, ada yang menyiapkan sarapan, menyiapkan peralatan misa kapel, dan masih banyak lagi. Semuanya itu mereka jalankan dalam keheningan, sambil mensyukuri kebaikan Tuhan yang mereka terima pada waktu pagi. Kegiatan ini mereka lakukan dengan tekun dan setia.

Mereka bahagia melakukannya. Para frater meyakini bahwa apa yang mereka lakukan dapat menjadi ungkapan sederhana dari cinta pada panggilan Tuhan. Semua kegiatan itu mendapat kekuatannya dari Ekaristi. Dari sanalah mengalir kebaikan pada sesama.

Apapun yang para frater kerjakan dalam hidup mereka merupakan ungkapan sederhana untuk menyatakan “Aku cinta Tuhan”. Sejak mereka membuka mata, para frater melayani sesamanya. Itulah ungkapan cinta sederhana dari para frater Diosesan Jakarta dalam kesetiaannya menekuni panggilan Tuhan.

LIBURAN! Frater Jadi Vlogger

DSC_5248
Bpk. J Heru Margianto dari Kompas.com memberikan Kursus Jurnalistik kepada para frater projo Jakarta.

Today is Holiday. Ungkapan itu mungkin sedang hangat akhir-akhir ini. Mengapa? karena banyak siswa sedang liburan sekolah, banyak pekerja sudah mulai libur lebaran, dan banyak tahanan mulai mendapat remisi. Liburan memberi warna yang khas. Entah seorang diri atau bersama keluarga, yang jelas akan ada pengalaman baru di sana.

Lalu, bagaimana sih liburannya frater-frater? Banyak hal yang bisa dilakukan selama liburan. Untuk saat ini (22/6), para frater Seminari Tinggi KAJ sedang menjalani kursus jurnalistik. Jurnalistiknya pun bukan dalam hal media cetak. Kali ini, kursus yang disajikan ialah jurnalistik ala 2017 yang menggunakan fasilitas Internet. Jenis jurnalistik yang menggunakan internet pun cukup banyak seperti Vlog, Video Grafis, dan hal lain yang tak kalah seru. Kali ini, frater-frater coba untuk membuat vlog.

Kenapa ya, kok kursus Junalistik?, Sebelum Kursus Jurnalistik dimulai, jauh-jauh hari, para frater diminta untuk mengusulkan tema untuk kursus selama liburan ini. Usulannya pun bermacam-macam, ada yang ingin tahu tentang dunia pertukangan, ada juga yang ingin menggali perkembangan teknologi, dan ada juga yang berminat terhadap dunia konseling . Pilihannya jatuh pada Kursus Jurnalistik. “Evolusi Jurnalistik dalam Dunia Multimedia” demikinlah temanya. Dari nadanya pun tema itu sangatlah aktual dan menantang.

Tantangannya adalah memperkenalkan Seminari Tinggi KAJ kepada dunia. Para frater diminta untuk mewertakan seminari tinggi bukan dari belakang mimbar, namun dari dunia maya. Banyak tema yang terlahir dari kreativitas. Ada frater yang memuat vlog kegiatan tentang rekreasi frater, ada video singkat yang menceritakan alasan mengapa frater itu digemari oleh kaum-kaum perempuan, ada juga potret yang menggambarkan tentang Cinta frater. Maka, tidak heran kalau akhir-akhir ini para banyak frater sedang berkutat di depan layar komputer.

Coba cek videonya yaaa

 

Malam Minggu??? Frater ngapel kemana yaa???

Kata orang-orang, malam minggu atau malming itu momen yang paling ditunggu-tunggu banget, apalagi sama kita-kita yang masih muda dan energik.

Saking ditunggunya, banyak banget kegiatan yang udah kita rencanain sebelum malam minggu itu tiba, mulai dari hangout bareng temen-temen, ngapelin “si doi”, kangen-kangenan bareng orang tua, hingga ‘hibernasi’ di rumah setelah bekerja atau belajar seminggu penuh.

Nah gimana ya ceritanya kalau anak muda yang disebut frater ini malam mingguan?

Kalau dipikir-pikir, frater itu kan hidupnya cuma berdoa dan bekerja, alias ora et labora banget deh. Mereka ga punya pacar yang bisa “diapelin”, ga bisa selalu ketemu sama orang tua, ga bisa hangout di luar sama temen-temen, dan juga ga mungkin banget kalo ‘hibernasi’. Hidupnya kayaknya teratur dan disiplin banget ya. Hehe

Eiits…. Jangan salah dulu. Meskipun mau jadi romo, bukan berarti kami-kami ini ga malmingan lho.

Kami ini kan juga masih remaja alias ABG, jadi… boleh lah ngerasain yang namanya malam mingguan, hihi.

Kami sebagai frater Projo Jakarta punya cara tersendiri buat menikmati malam mingguan atau yang biasa disebut dengan malmingan.

Nah, penasaran kan? Lihat aja ya video di bawah ini. Cekidot.

 

Ini videonya…

 

Tempus Liberum Ala Frater Projo Jakarta

Tempus Liberum (Templi), artinya waktu bebas, waktu kosong, di seminari… biasanya para frater dapet jatah waktu kosong pada saat hari Jumat malam atau Sabtu malam.. plusss… kalau kita lagi liburan kuliah.

Waktu bebas bisa dimanfaatin para frater untuk macem-macem.. sebisa mungkin bermanfaat, walaupun kadang-kadang kita suka melakukan hal yang ga penting juga..

Mau tau kalo frater projo Jakarta lagi templi? Ini dia liputannya…

Tempus Liberum ala Frater di Pagi Hari #FraterProjoJakarta

Tempus Liberum ala Frater di Malam Hari #FraterProjoJakarta

Frater Punya HP Gak Sih?

Dalam perjumpaan dengan para umat, terutama kaum muda, kerap kali para frater mendapat pertanyaan…”Frat, frater itu punya HP gak sih?”…”Frat minta WA-nya dong biar bisa tanya-tanya ama Frater.” Berhadapan dengan pertanyaan itu, para frater biasanya menunjukkan ‘HP ala Frater’ kepada umat dan menjelaskan penggunaannya.

Telepon genggam atau HP (Handphone) merupakan salah satu benda yang tidak dapat dilepaskan oleh setiap manusia pada era multimedia ini. Telepon genggam telah berevolusi dengan berbagai fitur dan kecanggihannya untuk memudahkan komunikasi dengan banyak orang, terutama dengan jargonnya “Connecting People”. Kini, telepon genggam yang telah berevolusi menjadi telepon pintar (smartphone) menyajikan berbagai fitur komunikasi, seperti Whatsapp.

Nah, para frater (calon imam) projo Jakarta juga menjadi bagian dari manusia era multimedia ini. Demi menunjang pelayanannya, para frater pun dibekali dengan HP sebagai media untuk menjalin komunikasi. Pada umumnya orang-orang mempunyai satu atau lebih dari smartphone, sedangkan para frater hanya mempunyai satu HP pada setiap angkatannya, sehingga kami menyebutnya “HP Angkatan”. “HP Angkatan” ini mempunyai fitur yang tidak kalah dibangdingkan dengan smartphone yang beredar di pasaran. Kelebihannya adalah “HP-nya frater” itu tidak membuat pemakainya menjadi ketagihan dan tidak membuat pemakainya menjadi fakir…fakir kuota.

Makin penasaran ya dengan HP-nya Frater? Eits, tunggu dulu…

Apa sih tujuan para frater hanya mempunyai satu “HP Angkatan”? Dengan satu “HP Angkatan” para frater diharapkan mempunyai kebiasaan hidup sederhana dan tidak terikat dengan barang duniawi, seperti HP atau smartphone. Bayangkan saja kalau tidak ada bedanya antara para frater dengan kaum muda millenial yang tidak bisa lepas dari smartphone. Mulai dari bangun pagi langsung mengecek HP, sampai sebelum tidur pun terus-terusan memegang HP, maka kapan ada waktu untuk hening, berdoa, dan menjalin relasi dengan Tuhan yang memanggil. Dengan menggunakan “HP Angkatan”, para frater menjadi saksi yang bernai melawan arus zaman yang mereduksi relasi antar pribadi hanya menjadi ketikan berbagai karakter di layar HP. Dengan kesadaran itu, para frater diajak semakin ke luar dari dirinya untuk membangun relasi dalam setiap perjumpaan sebagaimana Yesus Kristus sendiri berjumpa langsung dengan orang-orang yang dikasihi-Nya. (fr. Carol/fr. Ludo)

Agar nggak  penasaran terus dengan “HP ala Frater” maupun “HP Angkatan”, sialakn teman-teman tonton ya video kreasi kami dalam link di bawah ini…